Minggu, 20 November 2011

Tempat Ini Bukanlah Rumah

Panggilan untuk datang ke suatu tempat baru
Memberikan rasa segan dan takut akan ketidakpastian
Mendatangkan diri pada pengalaman hidup yang baru
Memberikan pertemuan, perkenalan, dan persahabatan

Berbagai tempat dengan latar berbeda
Memiliki karakter yang tidak sama
Kesan pertama bukanlah suatu pembuktian
Tapi dapat membawa diri merubah keadaan

Dengan atau tanpa paksaan
Melebur merenungkan diri mengambil langkah bersama
Mengenal satu-persatu setiap yang berpapasan
Menjadi teman untuk semuanya

Bertemu dan saling mendekat
Membentuk suatu kelompok yang menyenangkan
Berkelompok dalam berbagai hal
Bermain dan tertawa bersama

Berjalan dan terjadi perselisihan
Untuk hal yang tak perlu dipermasalahkan
Merenggut tangis dan amarah
Menyimpan sesal yang hilang menulusuri waktu

Bertemu dan saling mendekat
Antara dua orang yang berbeda
Menjadi satu tanpa sadar
Dan beredar diketahui semua

Malam demi malam terdengar suara nyanyian
Alunan gitar yang beriring tepukan
Memeriahkan suasana yang terkadang jenuh
Dan melupakan kita untuk mengeluh

Permintaan akan air yang terkadang hilang
Teriakkan yang menggetarkan kaca
Memperlihatkan senyuman bagi pendengar
Senang mendengar bantuan datang

Makan bersama yang dikatakan untuk semua
Tapi antrian serasa senang untuk dapat jatah duluan
Makan keluar mencoba kuliner baru
Mendapat teguran yang tak dipedulikan

Bangun pagi untuk berbaris dan berlari
Panggilan dengan suara gema yang tidak menyenangkan
Terdengar bising tapi tetap diikuti
Perasaan yang sulit dijelaskan

Waktu selalu berjalan tanpa henti
Berbulan-bulan menghabiskan waktu bersama
Berteduh dalam satu atap yang sama
Berjalan menuju arah yang sama

Akankah teradi perpisahan
Tiap orang melangkah membuka pintu yang baru
Dengan tetap bersua dengan sesama
Tapi berapa lama suaranya masih akan terdengar

Mimpi tentang kawan sebelum perpisahan
Mengisahkan keanehan yang menepis tawa
Menceritakannya seperti sebuah kegembiraan
Atau mungkinkah aku bermimpi karena takut berpisah

Waktu terhitung mundur untuk membuka dunia baru
Tak bisa aku hentikan
Tak bisa aku undur
Tak bisa aku ulangi

Senang ataukah sedih saat meninggalkan tempat ini
Tempat yang penuh dengan cobaan dan ujian
Yang kita lewati dengan senyuman dan candaan
Dengan diikuti keramaian dan kebersamaan

Lagu-lagu yang kehilangan penyanyinya
Dawaian gitar yang tidak terpetik lagi
Teriakkan air yang tidak ada lagi
Menjadikan sunyi di hati yang terbiasa dengan keramaian

Tempat ini akan menjadi sepi
Penjaga merasa kehilangan yang dijaga
Apakah hati ini juga merasa sepi
Walau tertutupi oleh muka dengan senyuman

Langkah yang aku ambil
Membuatku semakin mengambil jarak dari tempat ini
Semakin jauh dan tak bisa kembali ke suasana ini
Bukan tempat yang kurasa hilang tapi rasa yang kudapatkan di sini

Segala hal yang terjadi selama ini
Akankah terulang lagi
Ataukah hilang terlupakan begitu saja
Semua hanya menjadi sejarah dalam kenangan

Seperti tetesan air yang berjatuhan
Satu-persatu pergi meninggalkan tempat ini
Tanpa menoleh dengan keyakinan
Semua pergi dan tak kembali

Matahari selalu terbit dan tenggelam
Bayangan pun terlihat, memudar, kemudian menghilang
Kehilangan suara satu demi satu
Yang tanpa sadar tertelan oleh waktu

Tempat ini bukanlah rumah
Tetapi dapat menggetarkan hatiku
Untuk merasakan setiap keadaan di dalamnya
Waktu terasa sangat singkat

Tanpa terasa semua berlalu
Dan aku harus melepaskan semua ini
Rasa rindu akan tempat ini
Hanya dapat dilihat dalam kenangan

Sisa waktu yang kumiliki
Tak ingin kujalani sendiri
Menghabiskan waktu bersama semua
Hingga batas akhir yang ditentukan

Sisa waktu yang masih kumiliki
Menjadikan hari semakin terbatas
Tak lama lagi ku kan pergi
Dan mungkin tak kembali

Beberapa waktu telah berlalu
Setelah meninggalkan tempat yang bukanlah sebuah rumah
Dan diyakini bahwa aku tak bisa kembali
Ke masa dimana waktu berjalan dengan cepat

Bersama dengan teman-teman
Dalam satu atap yang sama
Yang telah tinggal bersama dalam waktu lama
Menciptakan rasa kangen dan keinginan untuk suatu kebersamaan

Saat ini semua tak dapat terulang kembali
Mulai melupakan dengan kesibukan masing-masing
Tempat itu bukanlah rumah
Tapi menjadi rumah saat kebersamaan masih teringat

Kamis, 10 November 2011

Sang Penyelamat

Saat dimana ku selalu sendiri
Memiliki harapan-harapan yang terlalu tinggi
Tak mengerti alasanku untuk menggapainya
Untuk apa bila untuk diri sendiri

Ho ho ho ho ho
Terdengar saat aku menertawakan kesepian
Walau banyak hal yang kumiliki saat ini
Untuk apa bila tidak untuk berbagi

Saat kau datang bagaikan mentari terbit
Mengalahkan gelap dalam hariku
Menerangi warna yang seharusnya terlihat nyata
Menghilangkan kabut dalam pikirku

Rasa yang telah lama hilang
Tertarik keluar setelah sekian waktu berlalu
Suatu hal yang belum pasti
Tapi kini sangat kuinginkan

Terlihat kau masih begitu jauh
Dari langkahku untuk mengejarmu
Bagaimana aku bisa mendapatkanmu
Sang penyelamat hidupku

Minggu, 30 Oktober 2011

Mengawali Dengan Sebuah Mimpi

Seorang korban masa lalu
Dapat menjadi sukses saat ini
Apa yang kita pikirkan tentang hal ini
Hal baik atau hal yang buruk

Kita melewati waktu yang sama dengannya
Hari di tahun yang sama dengan saat ia menjadi korban
Dimana kita hanya melihatnya susah
Ataupun kita yang menyebabkan ia menjadi korban

Ia kabur dengan rasa takut di hatinya
Dengan bekal yang sangat tipis untuk bertahan hidup
Hari demi hari tahun demi tahun ia lewati
Hingga ia bermimpi untuk menjadi sukses dengan usahanya

Bertahun-tahun telah terlewati sejak hari ia menjadi korban
Berawal dari sebuah mimpi
Dengan usaha dan doa tanpa henti
Saat ini ia telah menjadi orang yang sukses dalam hal yang ia yakini

Apakah ia berlaku curang demi mencapai kesuksesannya
Apakah ia memang orang yang berbakat dari lahirnya
Apakah ia keturunan orang kaya dan memiliki jaringan yang luas
Ia hanyalah orang biasa yang terkena musibah menjadi suatu korban saat terjadi kerusuhan

Apakah kita tidak bisa menjadi orang yang sukses tanpa menjadi korban terlebih dahulu
Apakah pengetahuan yang kita miliki tak bisa kita aplikasikan
Apakah keinginan yang kita rasakan tak bisa kita lakukan
Kita hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan

Diri kita lebih sering memikirkan kekurangan kita
Dan lebih sering mendengar perkataan orang lain daripada diri sendiri
Entah mengapa kita ingin hidup lebih baik tapi tidak berbuat lebih
Apakah karena itu kita takut untuk bermimpi

Kamis, 20 Oktober 2011

Nol

Detik telah berlalu
Jam pun ikut berlalu
Hari telah berlalu
Minggu pun ikut berlalu

Selalu berjalan melangkah menuju depan
Menatap hal menarik tanpa menoleh belakang
Akankah ku mendapat apa yang kumau
Akankah ku melupakan apa yang ada dahulu

Berjalan bukan dalam garis lurus
Dengan jalur yang kupilih dan kubuat sendiri
Tak dapat kuambil kembali waktu yang tertinggal
Semua yang telah berlalu tak kan terulang kembali

Aku ada pada masa kini
Berharap menuju arah yang lebih baik
Dengan menyimpan seluruh kenangan
Aku bersyukur mashi hidup

Nol bukan berarti sebuah kekosongan
Tapi ada untuk menunjukkan suatu nilai
Hal yang terlupakan bukan berarti hilang
Tapi ada untuk kukenang suatu saat

Sabtu, 01 Oktober 2011

7 Hari

Cukup lama aku tinggal di tempat ini
Tempat yang dikatakan kurang menyenangkan
Membuat jenuh dan bosan
Tapi sekarang aku sudah terbiasa

Tempat ini memiliki banyak aturan
Banyak perselisihan
Banyak tantangan
Banyak keramaian

Ingin rasanya cepat pergi meninggalkan tempat ini
Tak ingin rasanya kembali ke tempat ini lagi
Apakah setelah pergi aku akan rindukan tempat ini
Ataukah sebenarnya aku tak ingin kehilangan tempat ini

Tempat ini serasa berubah seiring berjalannya waktu
Memiliki kebebasan dan menjadi menyenangkan
Tapi tidak ada yang ingin mengakuinya
Hingga akhir tetap seperti ini

Nyawa kehidupan tempat ini sebentar lagi akan hilang
Berganti dengan kehidupan baru
Akankah kita dapat hidup bersama lagi di tempat ini
Kemungkinan yang hampir tak mungkin terjadi

Waktu akan merubah semua
Mulai dari usia sampai bentuk dan rupa seseorang
Perubahan karakter seseorang yang mungkin terjadi
Keeratan persahabatan pun dapat memudar atau semakin erat

Keadaan yang sama
Tak akan terulang lagi
Karena waktu selalu berjalan maju
Melangkah menutupi sejarah dan kenangan

Pagi siang dan sore hari
Semua disibukkan dengan menghabiskan waktu bersama
Malam hari waktu tidur
Bermimpi teman selalu hadir bersama kita

Apakah sebenarnya tidak ingin ada perpisahan
Tapi perpisahan ini menandakan sebuah kemajuan
Seharusnya kita melepas semua dengan senyuman
Tapi terkadang hati tidak menyetujuinya

Sisa waktu yang terbatas ini
Merupakan tujuh hari untuk memulai perhitungan mundur
Detak detik menjelang batas waktu ini
Harus menjadikan tempat ini serasa lebih berwarna

Suka duka yang dilalui bersama
Tidak boleh hilang dari ingatan
Supaya selalu merasa dekat dengan semua
Teman untuk selamanya

Rabu, 21 September 2011

Pantai Santai

Santai seperti pergi ke pantai
Menikmati angin yang melambai
Mendengar ombak yang mendawai
Meredakan hati dalam damai

Lantunkan lagu yang membawa tawa
Tanpa dendam dan emosi jiwa
Bernyanyi bersama
Lupakan beban dunia

Hapuskan perbedaan
Memecahkan dingin yang menyelimuti
Satukan perasaan
Menyalakan hangat walau tanpa api

Harapan untuk bersenang-senang
Membawa semua merasakan indahnya dunia
Seperti laut yang tidak tenang
Hilang sepi di hati kita

Kesempatan memupuk kebersamaan
Mendekatkan diri pada teman-teman
Jangan hanya berandai dengan kata seperti
Kita akan santai dan benar pergi ke pantai

Senin, 12 September 2011

Amarah

Aku merupakan orang yang emosional
Aku mudah merasa kesal dan cepat marah
Aku tak mengerti alasanku untuk marah
Bahkan terkadang aku marah tanpa alasan

Aku bertanya pada diriku sendiri
Kenapa aku marah
Untuk apa aku marah
Apa yang kudapatkan dengan amarahku

Aku mencoba untuk memikirkannya
Aku bertanya pada diriku sendiri
Aku bertanya juga pada orang lain tentang diriku
Tapi aku tak pernah mendapat jawaban yang aku inginkan

Aku mencoba merubah cara mencari jawaban
Tak perlu aku bertanya pada diriku ataupun orang lain
Tanpa bertanya dan bersabar menunggu untuk datangnya suatu jawaban
Hingga pola pikirku terisi dengan kesabaran

Dengan sabar aku menunggu
Tanpa amarah dan penuh rasa tenang
Memberikan suatu kedamaian
Menjawab pertanyaan yang sudah tak kuperlukan

Dengan amarah
Aku melihat bayangan dari pikiranku yang tidak nyata menjadi seperti nyata
Dan aku tidak dapat melihat yang seharusnya aku lihat
Membutakan mataku pada kenyataan

Dengan amarah
Aku mendengar suara dari pikiranku yang tidak terdengar orang lain
Dan aku tidak dapat mendengar yang seharusnya aku dengar
Membuatku tuli untuk mendengar kebenaran

Dengan amarah aku tidak mendapatkan apapun
Bahkan dapat kehilangan suatu hal yang penting buatku
Dengan ketenangan dan kedamaian
Aku menemukan senyuman dan kebahagiaan
Loading